Kematian Perinatal di Propinsi Riau
Berdasarkan peta di atas dapat dilihat bahwa kabupaten dengan jumlah kematian bayi tertinggi terdapat di Kota Pekan Baru sebanyak 274 kasus. Urutan kedua dan ketiga berturut-turut adalah Kabupaten Indra Giri Hilir (231 kasus) dan Kabupaten Bengkalis (169 kasus). Berdasarkan data fasilitas rujukan primer (RS Pemerintah dan Swasta), Kota Pekan Baru memiliki tenaga Dokter Spesialis Anak sebanyak 19 orang. Angka ini merupakan angka tertinggi di seluruh kabupaten/kota di Propinsi Riau. Yang menjadi pertanyaan, mengapa jumlah kematian bayi tertinggi juga berada di Kota ini. Hal ini dikarenakan Kota Pekan Baru menjadi pusat rujukan dari kabupaten-kabupaten lain. Selebihnya kondisi pasien pada saat dirujuk juga sudah jelek.
Penyebab kematian bayi di Propinsi Riau berturut-turut sebagai berikut BBLR (33%), Asfiksia (23%), Tetanus neonatorum (2%) dan penyebab terbesar adalah karena penyakit lain sebesar 42%. Sebagian besar kematian terjadi di fasilitas pelayanan kesehatan.
Melihat data tersebut perlu dilakukan penyegaran kembali bagi tenaga kesehatan (dokter dan bidan) mengenai tatalaksana penyebab kematian tersebut. Kepala Dinas Kesehatan perlu memberikan perhatian lebih melihat jumlah kematian pada tahun 2007 mencapai 1.359 kasus. Perlu juga diadakan bimbingan teknis mengenai prosedur merujuk bagi nakes.
Comments(0)
